Tari Perang Penyambut Tamu
Tradisi tarian perang ini, biasanya disebut Meaju. Lazim ditarikan kala
menerima tamu atau pembesar, semisal Presiden, Menteri, Gubernur atau
Bupati, serta tamu-tamu lainnya.
Para tamu-tamu yang datang akan diarak menuju Pogombo Ada atau balai
pertemuan adat. Sebelumnya, para tamu itu dihamburkan beras kuning,
sebagai bentuk penghormatan. Lalu para tamu harus menginjak dulang dari
kuningan yang berisi tanaman tertentu. Maknanya, di mana tanah dipijak,
di situ langit dijunjung, di mana kita bermukim, sudah seharusnya
adatyan pun kita hormati.
Sementara arakan itu berlangsung, tiga orang anggota komunitas Suku
Lauje memainkan alat musik yang terdiri dari Tadako, kulintang, Gimbale
atau gendang dan Gong besar.
Jika Anda tertarik, sekali-kali, berkunjunglah ke Palasa, Parigi
Moutong, Sulawesi Tengah. Jaraknya sekitar 200 kilometer dari Palu,
Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.***







0 komentar:
Posting Komentar